Thursday, August 12, 2021

Kuasai Diri, Tenangkan Pikiran Cara Kuat Bertahan Melawan Pandemi

kaboeline.com  - Kita berada dalam badai yang sama tetapi berada dalam kapal yang berbeda - beda. Do'a serta kemauan kuat saling support akan menjadi cara baik menguatkan satu sama lain. Ada banyak cerita dari orang - orang yang survive menghadapi pageblug (bahasa Jawa) atau wabah atau dalam bidang kesehatan disebut pandemi. 

Sekitar pertengahan Maret 2020 kasus terpapar virus covid - 19 mulai ditemukan di Indonesia. Saat itu isteri saya sedang hamil muda untuk anak yang kedua. rasa khawatir berlebihan pasti kami rasakan pada waktu itu. Beruntung kami masih tinggal sendiri di rumah jaga salah satu madrasah, jadi  kami bisa ngempet untuk mengurangi mobilitas keluar rumah. Bahkan di awal -awal pandemi selama dua minggu penuh hanya saya saja yang keluar dari rumah, itupun untuk sekedar belanja kebutuhan pokok dan makanan. Apalagi saat di masa kehamilan isteri juga harus menjalani rawat inap dua kali karena mual dan kekelahan berlebihan. Maka tidak heran jika sampai anak kedua lahir di bulan November, kami harus meminimalisir kontak langsung dengan banyak orang.

Menjengan bulan Ramdhan tahun 2021 setiap satu minggu sekali saya dan almarhum mamak harus keluar masuk rumah sakit. Setiap hari Jum'at - Sabtu mamak harus melakukan HD (hemodialisis) atau biasa disebut cuci darah. Rasa was - was terhadap penularan covid - 19 pernah saya rasakan, apalagi saya punya anak - anak kecil dirumah. Ya sudah akhirnya kami harus pasrah kepada Alloh SWT dua bulan mamak rutin HD akhirnya harus dipanggil menghadap lebih cepat tepat 9 Juni 2021.

Dua kali kontak erat dengan hasil pemerikasaan covid - 19 pernah saya alami. Yang pertama adalah tetangga dekat saya pada wakt itu. Keluhan gejala penyakit lambung yang dirasakan pada waktu itu saya anggap bukan karena momok virus covid - 19. Saya mengantar beliau untuk periksa ke klinik dengan kondisi pada waktu itu sudah agak lemas dan ada sedikit batuk. Saya tidak berpikir macam - macam, saya mengira cukup rawat inap dan kemudian bisa sembuh. Namun di hari kedua hasil pemeriksaan dan cek laboratorium puskemas menunjukkan kalau hasil rapid anti gen Positif. Untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan saya pun juga langsung memeriksakan diri untuk rapid anti gen mandiri.. Alhamdullah hasilnya NEGATIF. Sampai di rumah pun saya masih harus isolasi menghindari kontak langsung dan menjaga jarak dengan anggota keluarga.

Di awal bulan Agustus kali kedua saya kontak langsung dengan pasien covid - 19 yang sedang di rawat di  ruang IGD RSUD. Okelah saya harus kembali menguatkan hati dan pikiran apalagi saat itu sedang naik - naiknya kasus covid di kabupaten ini (PPKM darurat). 


Kali ini bahkan saya tes dua kali rapid anti gen (mandiri plus dapat gratisan dari puskesmas) untuk memastikan saya terbebas dari paparan virus. Alhamdulillah hasilnya semuanya NEGATIF. Selesai isoman beberapa hari sampai tidak ada gejala terlihat justru adalah masa paling berat bagi saya. Terlalu "kemaruknya" saya mengonsumsi vitamin, makan makanan bergizi terlalu over akhirnya lambung saya mengalami masalah.


0 comments:

Post a Comment