Menunggu Aksi Generasi Milenial

Mewabahnya virus covid-19 membawa perubahan terhadap sistem sosial di masyarakat.

Pelajar Pancasila vs Pelajar Tik Tok

Potret Krisis Kreatifitas Akibat Pandemi.

Nggalek,

Gudang Durian Brow..!!

Candi Brongkah

Candi ini dinamakan Candi "BRONGKAH" karena ditemukan di dusun Brongkah.

Ziarah Kubur

Tradisi Pengingat Mati

Tuesday, June 15, 2021

Selamat Jalan!

kaboeline.com - Ketika dokter memvonis harus Hemodialisis (HD) awal puasa lalu, kami harus siap dengan segala resiko paling buruk yang bisa saja terjadi kepada mamak.  Tinggal berdo'a kepada-Nya, berpasrah diri  sepenuhnya karena menjalani kebiasaan baru ini tak mudah baik tenaga maupun pikiran. Selasa siang, 8 Juni 2021 tak ada fiarasat atau pertanda apapun. Saya yakin keluhan sesak nafas segera membaik jika sudah mendapat pertolongan di IGD rumah sakit. Saya pulang cepat dari tempat kerja supaya bisa segera mengantar ke rumah sakit walau jadwal HD sebenarnya masih di hari Sabtu pekan itu juga. Benar saja, sekitar dua jam setelah mendapat perawatan rasa sesak itu mulai berkurang. Pun dengan tekanan darah sudah mulai menuju angka normal. Mamak kelihatan sangat lahap makan ayam bakar kesukaannya, sore hari menjelang akan masuk kamar rawat inap. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir ini sebenarnya mamak lebih semangat lagi menjalani hemodialisis

Tapi takdir Alloh SWT berkata lain, pukul 22.45 , hanya dalam hitungan menit setelah saya membenarkan selang oksigen dan mamak masih dengan tangannya sendiri mengatur letak masker. Innalillahi wainna illaihi roji'un..mamak menghembuskan nafas terakhir. Hanya bisa berdiri terpaku tak percaya, karena beberapa menit lalu keadaan beliau masih biasa - biasa saja. Kepulangan dari rumah sakit kali ini menjadi momen terberat, dimana harus bisa menguatkan hati, menahan sedih dan tangis. Demi menunjukkan kepada isteri, anak, keluarga serta saudara, kalau aku adalah anak laki - laki kuat. Harus ikhlas karena mamak berpulang pada hari dan bulan baik, akhir bulan Syawal. 

Kehilangan seseorang yang dihormati dan disayangi memang berat, apalagi perjalanan di hari – hari berikutnya. Saya termasuk anak yang sangat dekat dengan orang tua terutama mamak. Salah satu wanita hebat sebagai single parent, harus berjuang mencari nafkah demi keluarganya. Selagi masih ada waktu, jagalah beliau si pejuang hebat yang mengajak kita untuk melihat betapa indahnya dunia, dialah IBUmu. Selamat jalan mamak…saya akan selalu ingat setiap peristiwa  indah selama tiga puluh lima tahun usiaku saat ini :

1.   Di usia baru lima tahun saya ingat pernah menggigit lenganmu sampai terluka dari posyandu sampai rumah hanya karena takut jarum suntik imunisasi. Padahal pada waktu itu hanya ditimbang berat badan dan diberi vitamin tetes.

2.  Saya pernah menangis sejadi – jadinya tak mau bersekolah hanya karena beliau terlambat mengantar, padahal waktu itu baru tiga menit bel masuk. Alhasil dinding bambu rumah sederhana kita waktu itu jadi sasaran lemparan batu dan saya menangis seharian.

3.  Di tengah guyuran hujan deras, beliau pulang dari tempatnya bekerja pada seorang bidan terkenal di kota. Spesial karena sore itu beliau membawa sate, makanan mewah dan langka pada saat itu. Karena belum tentu bisa membelinya sebulan sekali.

4.  Saya paling tidak berani untuk pergi ke tukang cukur, karena malu memiliki banyak kutu rambut. Jadi saya cukur rambut ketika mamak pulang dari Surabaya atau paling mepet ke tetangga sebelah.

5.   Hari Raya Idul Fitri adalah moment paling saya tunggu waktu itu, karena beliau pasti membawa banyak oleh – oleh kue dan baju baru dari tempatnya bekerja.

6.   Saya akan selalu setia menunggu kedatangan becak yang mengantarmu pulang mudik sampai depan rumah kita di akhir bulan Romadhon.

7.     Tak banyak yang tau kalau saya pernah menangis sejadi – jadinya ketika mengantarkan kepergianmu untuk kembali bekerja. Padahal rasa kangen seorang anak kecil itu masih belum terobatibayar karena baru satu malam tidur pulas dipelukanmu.

8.  Beliau selalu berpesan banyak setiap mengantar tidurku, mengatakan akan menuruti apapun yang aku mau kalau itu untuk keperluan sekolah. Sejak saat itupun aku berjanji dalam hati, harus menjadi juara kelas setiap tahun agar engkau bangga padaku.

9.  Beliau tidak pernah berkata “TIDAK” jika aku meminta sesuatu jika itu membuat anaknya senang dan bahagia, termasuk raket dan sepatu sepakbola.

10. Dengan tenaga dan pikiran sendiri, beliau membangun rumah tembok sederhana untuk keluarga kami agar bisa menjalani hidup lebih layak.

11. Beliau selalu menyempatkan diri untuk pulang mudik setiap liburan akhir semester akan selesai, tentu dengan oleh – oleh beberapa pak buku baru dan saat itu yang terkenal adalah merk SIDU (Sinar Dunia).

12. Kaset Dewa 19 album Bintang Lima dan tape compo Polytron beliau bawakan dari Surabaya sebagai hadiah “terkeren” karena aku bisa masuk SMP favorit di kota ini.

13. Saya pernah belajar menulis surat saat masih SMP daan mengirimkannya kepada beliau di Surabaya, dan betapa senangnya ketika balasan suratmu terpampang di kantor TU sekolah.

14.Saya sangat senang walau hanya mendengar suaramu dari telepon WARTEL mengabarkan kalau engkau sedang baik – baik saja.

15.  Aku tidak mengeluh dan malu walau beliau hanya membelikan sepeda bekas sebagai sarana transportasi ke sekolah SMP.

16.  Beliau pernah menangis haru ketika aku berani untuk khitan, walau baru dilakukan kelas satu SMP. Beruntung ada tetangga baik yang mau megantarkanku ke pak mantri khitan ke desa sebelah.

17. Aku selalu berusaha untuk tidak membebani pikiran beliau, untuk itu saya selalu berusaha menghemat pengeluaran, atau mencari bantuan siswa miskin dari sekolah.

18. Minggu, tanggal 10 Mei 2000, sehabis pulang dari extrakurikuler SKI beliau memintaku untuk bersalaman, memaafkan, melupakan kesalahan orang yang selama ini sudah kubuang jauh – jauh keberadaan dan perannya.

19. Beliau yang mengajariku untuk berani naik kendaraan umum bus Trenggalek – Surabaya. Walau untuk pertama kali aku harus merasakan mabuk berat.

20.  Beliau selalu membelaku apapun keadaannya, jika saya berseteru dan beradu argumen dengan “dia”.

21. Tahun 2005 – 2009 merupakan tahun terberat terutama bagi kita dan harus saya simpan rapat - rapat kisah itu.

22. Beruntung saya masih bisa sungkem kepada beliau sebelum berangkat, dan itu menjadi awal baik bagi nasib saya kedepan. Terimakasih karena do’a - do’amu apa yang kita harapkan benar – benar diwujudkan oleh – Nya.

23. Walau saya belum sepenuhnya bisa mewujudkan semua keinginan dan bahagiamu, setidaknya aku bersyukur bisa menemani di saat – saat terakhirmu. #8Juni 2021

24. Aku bisa hafal tanggal lahir beliau baru – baru ini saja, dan tepat ini adalah bulan ulang tahunmu.

Selamat jalan mamak…semoga bahagia di alam sana, diterima amal ibadahmu, dan saya yakin Alloh SWT akan menempatkanmu di tempat paling indah..SURGA bagi wanita hebat sepertimu. Amin