Tuesday, April 20, 2021

6 Hal Membuatmu Rindu Bulan Ramadan

kaboeline.com - Kedatangan bulan Ramadan menjadi momen spesial bagi seluruh umat muslim di dunia. Dua belas bulan dalam setahun, setidaknya ada satu bulan suci yang jika kita perbanyak ibadah dipastikan mendapat banyak keberkahan di dalamnya. Maka tidak heran jika di Indonesia sendiri hadir bermacam tradisi menghiasi semaraknya Ramadan. Walau sedang dalam pandemi Covid - 19, antusiasme warga di kampung saya, kabupaten Trenggalek tetap luar biasa. Ada beberapa hal kecil yang selalu membuat saya rindu dengan bulan ini. Kalau anda bagaimana?

1. Tarkhim Legendaris ala Shaykh Mahmoud Khalil Al Hussary

Siapa yang tak bergetar hatinya mendengar lantunan pujian sholawat tarkhim menjelang adzan Subuh di musholla atau masjid pedesaan. Sholawat legendaris ini selalu identik dengan suasana sahur Ramadan kalian. Liriknya yang indah ternyata  diciptakan oleh Shaykh Mahmoud Khalil Al Hussary, ketua Jam’iyyatul Qurro’ di Kairo, Mesir. 

Ternyata di Indonesia sendiri sholawat Tarhim ini populer pertama kali pada akhir tahun 1960an, melalui siaran Radio Yasmara yang merupakan Yayasan Masjid Rahmat di Surabaya. Hingga kini walau generasi millenial tak terlalu peduli, tapi sholawat ini masih dikumandangkan di beberapa daerah. Saat mendengarkannya, dijamin tak jarang orang akan merasa tenang, hanyut, sesekali bernostalgia hingga terharu.

2. Berebut Tanda Tangan Imam salat Tarawih

Jaman masih menjadi siswa sekolah dasar (SD) guru agama selali memberikan tugas melaporkan kegiatan beribadah di bulan Ramadan, salah satunya salat Tarawih. Tak pelak, setiap selesai salat tarawih berjama'ah, puluhan anak - anak berebut merangsek ke shof paling depan  meminta tanda tangan sang imam salat. Buku laporan yang dibawa sejak dari rumah segera disodorkan. Kala itu memang si bapak imamnya senang dan bersedia sekali meladeni permintaan anak - anak.

3. "Subuh Asmara"

Penamaan waktu setelah salat Subuh berakhir ini baru saya ketahui beberapa hari lalu dari acara news di salah satu televisi swasta. Dikarenakan dibeberapa daerah sempat terjadi tawuran antar remaja yang dipicu oleh masalah sepele ketika sejumlah remaja menghabiskan waktu setelah makan  sahur. Memasuki era 2000-an kebiasaan ini seakan menjadi moment seru bagi para belia. Pagi hari sebelum matahari terbit jalan besar di desa saya sampai masuk ke daerah kota selalu terlihat ramai. Dari anak - anak hingga remaja mereka melakukan beberapa aktifitas pagi nan menyenangkan. Ada yang sekedar memutar musik melalui tape di depan rumah, olahraga ringan, menyalakan petasan atau jadi tempat berkumpulnya para jomblo - jomblo. 

Namun sayang, beberapa hari terakhir ini diwarnai beberapa keributan pemuda yang sangat mencederai kesucian bulan Ramadan. Oo. iya mungkin lebih keren kalau diisi dengan kegiatan tadarus Al - Qur'an di musholla atau di rumah. Selain dapat pahala, siapa tau kamu akan dapat uang saku lebih dari orang tua saat lebaran nanti karena mampu khatam dalam bulan ini.

4. Petasan dan Kembang Api

Siapa yang tak kenal mainan khas anak - anak pada jaman itu. Ketika bulan Ramadan, tiba penjual kembang api atau petasan mulai menjamur di beberapa tempat. Usaha musiman ini sangat menolong beberapa pedagang memperoleh keuntungan lebih. 

Tau nggak, kalau kembang api ternyata ditemukan pertama kali di negara Cina . Tujuan awal dibuat hanya untuk menakut-nakuti roh jahat, sebagai perkembangan dari penemuan lainnya yaitu bubuk mesiu. Perayaan dan festival seperti Tahun Baru Imlek atau Festival Bulan pada pertengahan musim gugur masih dilengkapi dengan berbagi atraksi kembang api. Dan negara Cina diketahui sampai sekarang sebagai produsen dan pengekspor kembang api terbesar di dunia.


5. Ngabuburit

Ada yang mengatakan asal - usul ngabuburit berasal dari bahasa Sunda dimana burit berarti sore. Aktifitas ngabuburit biasanya diisi dengan kegiatan berjalan-jalan, mencari takjil, mengaji, melakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti bagi takjil dan sebagainya. Kebiasaan ngabuburit dilakukan sambil menunggu waktu bedug Maghrib tiba. 

Sebelum pandemi covid - 29 melanda, moment ngabuburit dijadikan semacam kegiatan besar oleh beberapa event organizer selama bulan Ramadan. Seperti pagelaran musik, bazar barang murah atau kegiatan tausiyah. 

6. Bukber

Bukber alias buka bersama menjadi salah satu moment paling ditunggu saat Ramadan tiba. Biasanya rame mengundang teman- teman alumni sekolah atau dengan keluarga besar. Selain membuat hubungan keluarga semakin dekat, bukber bisa dijadikan sarana berbagi. 

Hidangan selama buka bersama pasti dipenuhi dengan menu bermacam - macam. Mulai dari makanan manis sebagai pembuka sampai makanan berat siap untuk mengisi perut kalian. Di masa pandemi covid - 19 buka bersama menjadi aktiftas yang sedikit dibatasi oleh pemerintah. Supaya tetap bisa bermakna, buka bersama bisa kok hanya dengan kelurga kecil di rumah saja.



0 comments:

Post a Comment