Menunggu Aksi Generasi Milenial

Mewabahnya virus covid-19 membawa perubahan terhadap sistem sosial di masyarakat.

Pelajar Pancasila vs Pelajar Tik Tok

Potret Krisis Kreatifitas Akibat Pandemi.

Nggalek,

Gudang Durian Brow..!!

Candi Brongkah

Candi ini dinamakan Candi "BRONGKAH" karena ditemukan di dusun Brongkah.

Ziarah Kubur

Tradisi Pengingat Mati

Sunday, January 31, 2021

Transaksi Digital Dorong Brand Lokal Berskala Kecil Survive di Tengah Pandemi

kaboeline.com Kesulitan ekonomi sangat dirasakan oleh siapapun ditengah situasi kurang menentu akibat pandemi covid – 19. Bukan hanya yang tinggal di kota – kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, teman – teman pengusaha di daerah juga turut terdampak. Sepuluh bulan bukanlah waktu yang sebentar, dimana masyarakat pernah diwajibkan mematuhi kebijakan isolasi mandiri selama empat belas hari, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Tentunya, harus ada usaha mencari solusi supaya aktifitas perekonomian tidak terganggu walaupun dengan syarat menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan, demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.


  Di kota kecil seperti Trenggalek Jawa Timur, berdiri usaha jasa ojek online dengan nama “BLOJEK” yang memulai operasinya beberapa tahun lalu. Ada cerita menarik, dimana sempat merasakan hampir mengalami kolaps akibat menurunnya omset. Usaha start up yang berdiri dibawah bendera CV. Karya Anak Trenggalek ini mulai beradaptasi dengan situasi pandemi. BLOJEK terus melakukan beberapa inovasi demi memudahkan masyarakat khususnya warga kota Trenggalek, yaitu melakukan transaksi online secara aman dan nyaman. Inovasi mereka adalah dengan menggandeng para pelaku usaha kuliner lokal, UMKM, serta menambah layanan pembayaran pulsa maupun tiket online. 

Beruntung, pemerintah daerah saat ini sangat care dengan pengusaha produk – produk lokal untuk segera bangkit dari masa sulit. Seperti beberapa waktu lalu, melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro (Komindag), sebanyak kurang lebih lima belas ribu pelaku usaha mikro mendapat bantuan permodalan sebesar empat ratus ribu rupiah. Dana bantuan diberikan sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi. Bupati Trenggalek yaitu bapak Muchamad Nur Arifin juga selalu berpesan kepada pengusaha UMKM mau “melek digital”, supaya produksinya mampu menjangkau pasar secara global. Apalagi masyarakat sudah sangat akrab dengan jual beli online (e – commerce) atau memperoleh barang melalui pemesanan di media – media sosial.

  Bank Indonesia (BI) setidaknya telah mencatat sekitar 3,6 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sudah menggunakan QRIS ( Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai model pembayaran digital yang cepat, mudah dan aman. BI bekerja sama dengan kementerian atau lembaga terkait guna mendukung pelaku industri tetap aman berproduksi di masa pandemi. QRIS mulai diperkenalkan oleh Bank Indonesia sebagai standar pembayaran melalui uang elektronik, dompet elektronik atau mobile banking. Tepatnya pada tanggal 1 Januari 2020, secara nasional QRIS mulai berlaku sebagai model transaksi era millennial. Beberapa kebijakan sudah dikeluarkan oleh Bank Indonesia demi mendorong optimalisasi penggunaan transaksi non tunai. Antara lain, dengan membebaskan pengenaan biaya transaksi pemrosesan QRIS bagi pedagang kategori usaha mikro mulai 1 April sampai dengan 30 September 2020. BI juga membangun fast payment fungsinya mempercepat serta mendukung transaksi UMKM dan ritel secara digital. Adapun target pada tahun 2021 Bank Indonesia memperkirakan, semua UMKM bisa teregistrasi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yakni bisa mencapai angka 12 juta secara nasional.

   Situasi seperti sekarang seharusnya bisa membuka peluang seluas – luasnya brand lokal justru meroket di masa pandemi. Walaupun kurang didukung dengan modal besar, salah satu cara paling efektif meningkatkan penjualan adalah melakukan kolaborasi sesama pelaku usaha. Bergesernya gaya hidup masyarakat millennial menyukai transaksi secara digital sudah menjadi habits atau kebiasaan. Layanan kemudahan dalam bertransaksi seperti ini perlu dilakukan pengembangan agar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tetap stabil menjadi penopang kemajuan ekonomi nasional di era new normal atau kebiasaan baru.    

#diSetiapMaknaIndonesia

#BankIndonesia


Model Aplikasi BLOJEK