Friday, December 4, 2020

Yang Muda Bersuara : STOP Kekerasan Pada Perempuan

     Lekuk indah hadirkan pesona

 bagi yang memandang

Setiamu simbol keagungan

Khas perawannya ..kau miliki

Akulah pengagum ragamu

Tak ingin kumemilikimu

Lindungi dari sengat dunia...yang mengancam..

Nodai...sucinya lahirmu..


    kaboeline.com - Sepenggal lirik lagu milik salah satu grup musik besar tanah air Ada Band mengandung pesan baik betapa “tingginya”-nya posisi perempuan. PEREMPUAN…makhluk istimewa yang diturunkan Tuhan untuk melengkapi kesempurnaan perjalanan hidup manusia di dunia. Pun diceritakan dalam kisah nabi, perempuan mendapat tempat tersendiri, untuk dihormati, sampai - sampai Rasulullah SAW sendiri menyebutnya tiga kali. Dari rahim seorang perempuan pula lahirlah pemimpin – pemimpin hebat dunia , cendekiawan – cendekiawan, maupun profesor. Memang dari masa ke masa pengakuan pada perempuan dalam sisi intelektualitas atau potensi dirasa lebih demokratis. Hak perempuan untuk berdiri di depan menjadi pemimpin bukan kemustahilan lagi. Ketika perempuan mampu menduduki posisi – posisi strategis, memiliki banyak ruang untuk bersuara, namun ternyata tindak kekerasan terutama terhadap perempuan justru semakin meningkat.

     Bersumber dari pernyataan Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyatakan akibat adanya pandemi Covid – 19 Kekerasan Berbasis Gender (KGB) mengalami peningkatan sebanyak 63 persen. Tak dipungkiri akibat stress berlebihan, kebutuhan ekonomi yang tidak bisa ditunda kemungkinan besar menjadi pemicu munculnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Bahkan banyak kasus kekerasan terjadi pada saat masih pendekatan atau masa pacaran. Lagi – lagi kebanyakan korbannya adalah perempuan.

  Mencegah tindak kekerasan semacam itu, perlu adanya upaya penyadaran sejak dini, contohnya melalui berbagai kajian atau diskusi. Di daerah tempat saya tinggal yaitu di kabupaten Trenggalek terdapat komunitas yang peduli membicarakan isu – isu perempuan. Mereka menyebutnya Komite Independen Perempuan Untuk Aksi Sosial atau KIPAS. Pada setiap peringatan hari ibu misalnya mereka melakukan aksi teatrikal di tempat umum guna menyoroti berbagai aksi kekerasan yang menimpa perempuan. Meminta kepada pihak terkait memberikan hak – hak perempuan memiliki kebebasan dalam mengakses sosial ekonomi.  Dalam berbagai diskusi yang sudah digelar seperti "sekolah perempuan", komunitas ini selalu menekankan upaya edukasi bagaimana menghindari tindak kekerasan berbasis gender terutama pada perempuan. 

   Yang kedua adalah memaksimalkan keberadaan media menyuarakan kepedulian melindungi hak – hak perempuan. Media harus memberi edukasi secara masif kepada masyarakat bagaimana memberi ruang secara luas kepada perempuan untuk berkarya. Seperti laman https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/ yang memberi banyak informasi bermanfaat bagi masyarakat mengenai penguatan karakter. Berbagai aksi nyata seperti yang dilakukan teman – teman di komunitas KIPAS harus menjadi inspirasi dan motivasi bagi perempuan di luar sana, bersuara melawan kekerasan berbasis gender (KBG) terutama pada kaum perempuan. 

#CerdasBerkarakter

#BlogBerkarakter   

#AksiNyataKita 

#LawanKekerasanBerbasisGender  

#BantuKorbanKekerasan

Ayo kita suarakan untuk menolak Kekerasan Berbasis Gender (KBG) terutama pada kaum perempuan melalui lomba blog dan vlog.



0 comments:

Post a Comment