Sunday, October 20, 2019

Berzakat Untuk Kemjuan Pendidikan Umat


kaboeline.com - Berzakat merupakan salah satu rukun Islam sebagai aktualisasi ketaqwaan seorang muslim agar bisa disebut sebagai Islam sejati. Ikhlas mengeluarkan zakat tidak hanya dihitung mendapat pahala dari Allah SWT, akan tetapi secara horizontal menggambarkan seberapa besar hubungan sosial seseorang di lingkungan masyarakatnya. Penilaian tersebut bisa diterjemahkan secara umum seperti pendapat Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq : 5 mengungkapkan bahwa dinamakan zakat karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan. Hal ini bisa disimpulkan betapa pentingnya seseorang apabila dalam keadaan mampu secara ekonomi, keberadannya akan membawamanfaat bagi masyarakat disekitarnya.

Memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, di Indonesia potensi zakat baik penerimaan maupun pengeluarannya cukup besar sehingga, menurut ajaran Islam pemungutan zakat harus dilakukan oleh negara. Nabi Muhamad SAW selama menjadi kepala negara Madinah memungut zakat dari orang – orang yang dinilai mampu. Beliau memerintahkan pemungutan ini kepada para sahabat yang bertugas sebagai gubernur di wilayah masing – masing. Komitmen pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS ditunjukkan dengan  keseriusannya melakukan pengelolaan zakat sejalan dengan visi “Menjadi Pengelola Zakat Terbaik dan Terpercaya di Dunia”. Hal ini berkaitan dengan iklim masyarakat yang semakin intens memiliki kesadaran tinggi untuk mau berzakat. Dengan menerapkan sistem manajemen transparan dan akuntabel BAZNAS mampu melakukan pembinaan, mengembangkan serta memberikan layanan terbaik bagi muzaki (orang yang berzakat) maupun mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Implementasi sistem online berbasis teknologi informasi dan komunikasi mampu mengoptimalkan program ZIS (zakat, infak dan sodaqoh) yang dihimpun dari kementerian, lembaga, instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta dan masyarakat.

Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam atau Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia mengapresiasi kerjasama yang dibangun BAZNAS untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat nasional agar bisa menjangkau dan dirasakan masyarakat bawah.  Bentuk apersiasi tersebut dilakukan dengan aktif mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai di bawah lingkup Kementerian Agama untuk berkontribusi besar dalam menyebarkan virus berzakat. Tidak hanya dalam rangka beribadah saja tetapi lebih dari itu yaitu untuk kemaslahatan bersama.

Dewasa ini penyaluran zakat tidak hanya fokus untuk membantu fakir miskin, yatim piatu dalam konteks meringankan beban kebutuhan hidup sehari – hari. Akan tetapi zakat telah mampu berperan dalam penyelesaian berbagai masalah di beberapa bidang lain seperti ekonomi, kesehatan, dan termasuk bidang pendidikan. Memang dalam surat at – Taubah ayat 60 sudah dijelaskan dengan tegas aturan tentang siapa yang berhak menerima dana zakat yang berbunyi :


Artinya    :“Sesungguhnya zakat – zakat itu hanyalah untuk orang – orang fakir, orang – orang miskin, pengurus – pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang – orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana “ (QS. At – Taubah (9):60)

Penggunaan zakat untuk pendidikan dalam hal ini pembangunan sekolah maupun lembaga – lembaga pendidikan lain menimbulkan banyak perbedaan dan kritik berbagai ulama’. Sebagian ulama kontemporer mencoba untuk menafsirkan dan meluaskan cakupan fi sabilillah pada ayat tersebut.  Seperti pendapat Dr. Yusuf al – Qadarawi menyebutkan dalam Fiqhus – Zakat menyebutkan bahwa lembaga dakwah atau Islamic Center di sebuah negeri dengan muslim minoritas sangat layak untuk mendapatkan dana zakat ini, karena pada substansinya yang dilakukan sebuah lembaga dakwah  yaitu untuk menegakkan dan memperjuangkan agama Islam.

Menyikapi perbedaan penafsiran tersebut tentunya BAZNAS sebagai lembaga resmi pemerintah memiliki dasar hukum kuat mengenai sistem penyaluran dana zakat. BAZNAS menginisiasi program Zakat Community Development (ZCD) yaitu program pemberdayaan melalui komunitas dan desa dengan mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kemanusiaan secara komprehensif. Tujuan dan manfaat dari program ini sangat jelas yaitu meningkatkan angka partisipasi wajib belajar masyarakat sehingga mengurangi jumlah buta aksara dan buta Al – Qur’an serta terpenuhinya wajib belajar dua belas tahun.

Dunia pendidikan di Indonesia masih menyisakan berbagai permasalahan yang harus diselesaikan bersama – sama. Buta huruf, angka putus sekolah, belum bisa diberantas menyeluruh di semua wilayah Indonesia. Dana dari pengelolaan zakat tersebut bisa dialokasikan untuk pelaksanaan pendampingan atau edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan. Selanjutnya diberikan penguatan secara financial atau keuangan keluarga supaya lebih layak. Bantuan biaya pendidikan sekolah, pemberian beasiswa anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, akan mendorong mereka memiliki semangat lebih melanjutkan pendidikan setinggi - tingginya. Secara otomatis jika memiliki tingkat pendidikan cukup, seseorang akan memiliki pola berpikir berbeda. Lebih care dan memiliki pengetahuan minimal mengenai kesehatan pribadi. Lebih luas kesadaran tersebut meningkat di level lingkup masyarakat. Pendidikan seseorang juga menjadi salah satu solusi merubah pengelolaan perekonomian keluarga lebih baik.

Program pemberdayaan yang langsung menyentuh masyarakat bawah di pedesaan atau komunitas tertentu di wilayah terpencil adalah bentuk kontribusi nyata. Pemerintah melalui Ditjen Bimas Islam Kemenag RI sebagai regulator, pembina dan pengawas pengelolaan zakat nasional serta BAZNAS sebagai operator, koordinator pengelola zakat secara berkala melakukan bimbingan kepada masyarakat melalui sosialisai atau dakwah. Bagaimana membantu pemerintah menyelesaikan berbagai permasalahan kompleks mulai ekonomi, sosial, kesehatan maupun pendidikan yang membutuhkan kontribusi nyata dari warga negara dimana salah satunya adalah melalui aktifitas membayar zakat. Untuk mendapatkan informasi yang cukup, masyarakat bisa mengakses http://www.bimasislam.kemenag.go.id Salah satunya masyarakat bisa berkonsultasi secara online jika ada permasalahan yang dialami dalam hubungan hidup bermasyakat. Dengan literasi zakat dan wakaf  https://literasizakatwakaf.com setidaknya bisa membuka wawasan, pemikiran mengenai pentingnya kebersamaan untuk memajukan pendidikan umat dan membangun bangsa melalui gerakan zakat.
#LiterasiZakatWakaf
#LiterasiLiterasiZakatWakaf2019

1 comment:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    ReplyDelete