Monday, July 15, 2019

SILATURRAHIM BONUS LIBURAN


kaboeline.com - Libur panjang sudah berlalu, saatnya Senin pagi ini harus kembali beraktifitas menyusuri jalan menanjak, berkelok - kelok khas daerah pegunungan kecamatan Dongko menuju sekolahku, SD Negeri 5 Cakul. Patut mengucap syukur karena mungkin baru kali ini benar – benar bisa menikmati hari libur dengan keluarga "SHLONGOPKU". Rencana kecil semenjak tahun lalu akhirnya Alloh wujudkan dengan berbagai kemudahan yang tak terduga. Kesempatan, kesehatan dan rezeki tak bisa dipungkiri semua karena kehendak-Nya. Aeya, anak semata wayangku ingin sekali tahu rumah saudaranya, tepatnya Paklik (bahasa Indonesia : “Om”) di Jakarta. Kawasan ibu kota negara yang menjadi dambaan semua orang untuk pergi kesana, setelah Mekkah tentunya..He..he..he…

Menabung dan berhemat adalah hal wajib yang harus kami lakukan untuk mewujudkan keinginan liburan dengan keluarga di tahun ini (biar lebih dramatis..hehehe). Kalau saya pribadi sudah beberapa kali kesana, bahkan pernah hampir tiga bulan tinggal di kota metropolitan Jakarta mengadu nasib mencari pekerjaan. Tapi bagi isteri dan anak saya merupakan pengalaman pertama kali merasakan macetnya ibu kota. Betapa senangnya hati mereka berdua berangkat menggunakan kereta api Majapahit jurusan Tulungagung – Jakarta. Biarpun masih kelas menengah tapi tak apalah yang penting kaki dan punggung bisa selonjor lumayan bebas. Rasa capek selama lima belas jam perjalanan melalui Yogjakarta, tak berasa karena sejauh mata memandang hanya perkampungan dan pegunungan yang asri. Akhirnya pukul sepuluh malam kereta yang kami tumpangi tiba di stasiun Jatinegara. Liburan kali ini tidak hanya sekedar untuk berlibur ke tempat wisata yang waaaaawwwww menurut perkiraan banyak orang…..Mungkin bisa dikatakan silaturrahim ke rumah saudara bonus ke tempat wisata, begitu dechhhhh...!!!. Alhamdulillah masih bisa diberi kesempatan, umur panjang untuk ketemu saudara - saudara lain yang sama - sama mengadu nasib di Jakarta. Dan terima kasih juga teman kami di Bekasi (Ny. Eni Nying) yang sudah bersedia mengundang kami untuk mampir. Tetap semangat ya..jangan lupa kalau tua hidup di kampung saja..Wkwkwkwk....

Pertama kali bertemu dan mengenal beliau paklik saya, tiga belas tahun lalu tepatnya di penghujung tahun 2006 kala itu usia saya menuju angka dua puluh. Disini tidak akan saya bahas mengenai awal kami bertemu dan kemudian menjadi lebih akrab, karena terlalu panjang ceritanya. Semakin saya percaya bahwa ternyata memang tidak ada salahnya merajut kembali tali silaturrahim yang pernah putus. Bertahun – tahun saya pernah menjadi budak kemarahan, hingga menganggap perbuatan satu orang saja membentuk keyakinan sama dalam memberikan penilaian kepada seseorang.  Pada kesempatan silaturrahim plus bonus liburan kami kali ini ada banyak pelajaran berharga yang bisa didapatkan dari beliau. Bagaimana cara beliau membentuk keluarga yang baik nan bahagia, bagaimana mendidik sikap dan perilaku anak – anak, bagaimana memperjuangkan sebuah karir hingga sampai pada titik puncak kesuksesan. dan masih banyak lagi hal - hal baik lagi yang bisa kami pelajari. Hanya ucapan terimakasih kepada paklik sekeluarga yang sudah memberi segalanya bagi kami sekeluarga. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang agar kita bisa dipertemukan lagi di lain kesempatan. Amin..

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pernah menjadi mimpi ketika masih sekolah di SD pada waktu itu. Bagaimana tidak Jakarta yang tergambar hanyalah milik orang - orang kaya, para pejabat negeri, kumpulan orang - orang pintar dan orang - orang ganteng serta cantik. Tempat tinggal artis - artis sinetron penghuni layar kaca televisi. Apalagi di jaman orde baru, lokasi wisata satu ini adalah primadona dan harapan bagi semua rakyat Indonesia. Seluruh kebudayaan se-Nusantara dibuatkan miniatur yang sedemikian rupa menariknya untuk wisata edukasi. Bahagianya ternyata mimpi itu kemudian diwujudkan dalam sebuah kesempatan tak terduga. Masihkah kita pungkiri  semua nikmat-Nya..???










0 comments:

Post a Comment