Monday, July 29, 2019

BERDAMAI DENGAN ALAM, MENJADI MASYARAKAT TANGGUH BENCANA

kaboeline.com - Kedatangan tim ekspedisi DESTANA (Desa Tangguh Bencana) Tsunami di kabupaten Trenggalek menimbulkan tanya bagi sebagian besar warga ditengah kabar yang beredar mengenai isu akan terjadi gempa bumi. Pada Minggu pagi, 21 Juli 2019 rombongan menyusuri  jalan nasional menuju kecamatan Panggul, salah satu kecamatan di Trenggalek yang letaknya berada di pesisir laut selatan Jawa berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Sesuai rencana, tim tersebut selanjutnya akan meneruskan misi menuju kabupaten Pacitan sekaligus penutupan segmen daerah Jawa Timur. Sehari sebelumnya tim ekspedisi telah menyelesaikan rangkaian kegiatannya di kecamatan Watulimo, tepatnya di kawasan wisata andalan guo Lowo dan pantai Prigi. Misi kemanusian tim ekspedisi DESTANA diwujudkan dengan memberikan edukasi kepada segenap elemen pemerintah setempat, kelompok  - kelompok masyarakat, siswa sekolah, tujuannya dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana. 

#KenaliBahayanyaKurangiRisikonya, merupakan upaya untuk membangun wawasan masyarakat kita. Jika memiliki pengetahuan cukup tentang bahaya suatu bencana, timbulnya risiko bisa diminimalisir.  Perlu diketahui, pernyataan yang bersumber dari pakar Tsunami Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) menyebutkan bahwa pesisir selatan pulau Jawa sampai  Sumba di sisi sebelah timur sangat berpotensi akan terjadi gempa bumi berkekuatan lebih dari 8 scala richter (SR). Kekuatan gempa tersebut bahkan bisa memicu gelombang tsunami hingga dua puluh meter yang bisa saja menerjang desa – desa di pesisir pantai.

Kegiatan safari yang dilakukan tim ekspedisi DESTANA mengingatkan bahwa, daerah tempat kita hidup saat ini rawan bencana terutama gempa bumi. Jika dilihat secara geografis wilayah Indonesia tepat berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Eurasia, Indoaustralia. Lebih dari dua ratus patahan aktif atau sesar aktif berada di bumi Indonesia antara lain, patahan besar Sumatera, sesar akftif di Jawa, Lembang, Jogjakarta, di utara Bali, Lombok, NTB, NTT, Sumbawa, dan Sorong. Posisi Indonesia juga dikenal berada di Cincin Api Pasifik (Ring Of Fire) yaitu daerah tapal kuda sepanjang 40.000 km mengelilingi cekungan samudra Pasifik dimana daerah ini akan sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi. Tercatat sekitar sembilan puluh persen dari gempa bumi yang terjadi dan delapan puluh satu persen dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang jalur cincin api.

#BudayaSadarBencana harus dipahami betul oleh seluruh masyarakat, apalagi kabupaten Trenggalek tujuh puluh persen wilayahnya memiliki struktur pegunungan. Bencana tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan, dan banjir kerap kali mengancam daerah dengan sebutan "The Southern Paradise" ini.  Ancaman bencana gempa bumi pun bisa datang kapan saja tanpa bisa diprediksi waktu kejadiannya. Tiga kecamatan yakni Watulimo, Munjungan, dan Panggul yang berada tepat di pesisir pantai selatan Jawa, jelas kemungkinan besar terkena dampak gelombang tsunami. Sosialisasi mitigasi bencana tim Destana merupakan langkah positif dalam memberikan pengetahuan yang cukup tentang kebencanaan kepada masyarakat terutama di desa – desa pesisir. Selanjutya, kegiatan antisipasi bencana seperti ini bisa dilanjutkan secara berkala oleh Badan Penangglangan Bencana Daerah atau BPBD masing – masing kabupaten.

Nusantara telah memberi banyak manfaat terhadap semua makhluk hidup yang tinggal  di atas buminya. Dari Sabang sampai Merauke membentang alam subur, lautan luas dengan produktifitas perikanan, eksplorasi hasil tambang dari perut bumi yang seakan tidak ada habisnya. Namun dibalik itu semua, seluruh wilayah di Indonesia berpotensi terancam berbagai bencana. Menyikapi hal tersebut, perlu dilakukan edukasi kepada generasi milenial agar memiliki kepedulian tinggi pada alam sekitar.  Program pembelajaran di sekolah – sekolah seharusnya bisa memberikan informasi lengkap mengenai alam dengan berbagai potensi bencana. Kepedulian pada kehidupan alam bisa dimulai dengan hal sederhana misalnya dengan cara menggalakkan penanaman pohon mangrove di sekitar pantai, gerakan mengurangi penggunaan plastic,  membangun rumah anti gempa atau membuat jalur – jalur evakuasi bagi warga di lokasi terdampak bencana. Melalui website Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) https://bnpb.go.id/ masyarakat bisa dengan mudah mengakses informasi akurat mitigasi bencana. Upaya kongkrit tersebut sebagai wujud kita belajar berdamai dengan alam, berusaha menjaga kelestariannya dengan aksi terpuji, yakinlah alam akan menjaga kehidupan kita. #KitaJagaAlam #AlamJagaKita #SalamTangguh #SiapUntukSelamat

0 comments:

Post a Comment