Menunggu Aksi Generasi Milenial

Mewabahnya virus covid-19 membawa perubahan terhadap sistem sosial di masyarakat.

Pelajar Pancasila vs Pelajar Tik Tok

Potret Krisis Kreatifitas Akibat Pandemi.

Nggalek,

Gudang Durian Brow..!!

Candi Brongkah

Candi ini dinamakan Candi "BRONGKAH" karena ditemukan di dusun Brongkah.

Ziarah Kubur

Tradisi Pengingat Mati

Monday, July 30, 2018

Cerita Jakarta

kaboeline.com - Berada di tempat ini adalah suatu proses belajar bagi anak kampung dengan banyak mimpi seperti saya. Alloh SWT telah menunjukkan jalannya bagi siapapun yang mau berusaha walau di tengah keterbasan. Road To Madrasah Young Reseacher (MYRES) Supercamp 2018 Bogor, 29 – 1 Agustus 2018.

Radio seakan telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya yang dengan begitu banyak cerita seru dan menarik. Hampir sembilan tahun menekuni dunia kepenyiaran yang dianggap sepele oleh sebagian besar orang, ternyata justru membawa hoki . Dua kali sudah saya bisa mendarat di tanah Jakarta, kota impian bagi siapapun. Semuanya tak lepas dari hal – hal yang berbau radio. Pada tahun 2012 yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk belajar menulis berita radio di salah satu radio swasta dengan jaringan terbesar di Indonesia yaitu Radio Berita KBR Jakarta. Bertemu dengan orang – orang dari seluruh provinsi di Indonesia memberikan banyak ilmu, pengalaman dan kenangan yang luar biasa. 

Hingga kemudian radio memberi kesempatan kepada saya untuk bisa balik lagi ke Jakarta dengan gratis di lomba karya tulis ilmiah yang diadakan Dirjen Pendis Kementerian Agama. Tetapi kali ini bedanya hanya mendampingi salah satu peserta dari madrasah tempat mengajar saya dahulu yang mengikuti camp kegiatan ini.

Dalam kegiatan semacam ini yang begitu mengesankan adalah ketika bertemu dengan banyak pendamping yang semuanya berprofesi seorang pendidik dari berbagai madrasah – madrasah lain se-Indonesia. Banyak pengalaman, ilmu dan motivasi yang saya dapatkan dari cerita – cerita seru mereka mengenai madrasahnya. Ditambah mentor – mentor dalam kegiatan ini sangat berkompeten di bidangnya masing – masing.




Kami sadar bahwa tak mudah untuk memenangkan kompetisi sebesar ini di tengah keterbatasan dalam banyak hal. Tapi segalanya tak lantas membuat harus menyerah atau berhenti sampai di titik ini. Do’a dan semangat yang tiada henti akan membuat kami semakin kuat. Kami bisa juara....!!!

Sunday, July 15, 2018

"Gerakan Bersih Kali", Aksi Nyata Anak Muda Kekinian

kaboeline.com - Minggu, 15 Juli 2018 beberapa warga dan aktifis yang tergabung dalam "GERAKAN BERSIH KALI" melakukan aksi nyata dengan membersihkan sungai dari sampah di desa Margomulyo kecamatan Watulimo. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan akan kebersihan dan ekosistem sungai yang terancam akibat ulah masyarakat yang belum sadar untuk membuang sampah pada tempah yang semestinya. 

Pemerintah desa setempat berpesan kepada masyarakat agar segera meninggalkan kebiasaan buruk selama bertahun-tahun membuang sampah sembarangan. Kepala desa juga berpesan kegiatan ini kalau bisa jangan cuma musiman. Syukur bisa diadakan Jum'at bersih sebagai kegiatan rutinan. 

Gerakan positif tersebut dimotori oleh komunitas Jaringan Aksi Masyarakat Untuk Budaya dan Ekologi (JAMBE) adalah aksi lanjutan untuk membersihkan sungai dari pencemaran akibat pembuangan limbah dari tempat pengolahan ikan laut (Pemindangan) yang ada di sekitarnya. Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya sampah yang menutup aliran sungai.

Aksi bersih sampah serentak ini juga diikuti berbagai komunitas anak muda lainnya seperti QLC, CNBB, ORARI, NIPONK, MATSANEWA, GUPILI (Gubuk Pinggir Kali) juga bersinergi dengan DINAS PKPLH serta melibatkan Pemerintah Desa setempat. Meskipun berasal dari daerah luar kabupaten, hal tersebut tak menyurutkan semangat aktivis Sahabat Alam Blitar meskipun untuk turut berpartisipasi bergabung dalam aksi solidaritas ini.

Sangat baik jika aksi ini menjadi contoh bagi anak - anak muda di kabupaten Trenggalek dalam menjaga lingkungan sekitar. Berani tidak membuang sampah sembarangan harus dimulai dari diri sendiri. Apalagi kebersihan sungai wajib dijaga demi kelangsungan hidup ekosistem yang ada di sungai. Dan seperti mimpi - mimpi warga di kabupaten ini untuk menunjukkan Trenggalek layak disebut "Southern Paradise".