Thursday, December 28, 2017

Telusuri Hutan, Sawah dan Sungai, Liburan Sederhana Jadi Wow

kaboeline.com - Pagi - pagi sekali kendaraan bak terbuka alis pick up yang saya tumpangi bersama ibu - ibu yang mau berjualan ke pasar melaju kencang menembus udara dingin nan berkabut. Ada saja obrolan dari mereka yang terlontar membuat seisi penumpang tertawa. Sekitar setengah jam akhirnya sampai juga di desa Siki kecamatan Dongko. Dan untuk pertama kalinya rasa penasaran dengan desa ini terwujud. Jangan heran karena pagi ini aku ikut si emak berjualan sayur ke pasar tradisional Siki. Setelah selesai menggelar dagangan di sebelah ujung pasar, kami berharap saja akan banyak pembeli. Hanya sekitar dua jam kami berdagang, maklumlah pasar di desa Siki ini termasuk pasar dadakan, berbeda kalau menjelang hari raya atau musim panen, pembeli akan lebih ramai dan royal membelanjakan uangnya.

Walau tak sempat berlibur ke tempat - tempat wisata seperti yang lain, bukan berarti harus berdiam diri di rumah. Sebelum matahari mulai meninggi, kami sudah bersiap dengan bekal sederhana tapi lengkap. Ada pisang goreng, kerupuk, dan buah anggur. Dan petualangan dimulai dari sini. 

Berjalan menyusuri jalan setapak di bawah pohon - pohon pinus yang tinggi menjulang. Tujuan kami adalah ke ladang milik Bapak yang sudah lama tidak digarap. Katanya dulu sempat ditanami berbagai tanaman penghasil, tetapi karena sekarang tenaganya sudah tidak memungkinkan, jadi sekarang tinggal semak belukar. Walau lokasinya lumayan jauh, tetapi kami sama sekali tidak merasakan capek. Bonus sungai dengan berbagai jenis bebatuan, aliran air yang jernih jadi tempat paling menarik untuk ber selfie. Siapa yang tahu kalau tempat secantik itu cuma ada di dekat rumah kampung Dongko.

Banyak kami jumpai tumbuhan langka dan bunga - bunga liar khas pegunungan yang menambah liburan sederhana ini jadi lebih wow. Bukannya tak ingin ke tempat wisata biasanya seperti Konang atau Pelang. Kami hanya ingin waktu bersama keluarga lebih terasa dengan berpetualang seperti ini. Maklumnya jiwa pecinta alam tumbuh kembali. Selain irit biaya..hehehhehe.....kesannya juga lebih berbeda. 

Sampai di lokasi tujuan, apalagi yang dilakukan kalau tidak makan bersama bekal yang telah kami bawa dari rumah. Tak ketinggalan mengambil gambar untuk diabadikan. Dan memang bahagia itu sederhana, sesederhana seperti yang kami lakukan saat ini....













0 comments:

Post a Comment