Monday, October 23, 2017

Bendungan, Petualangan Seru Akhir Pekan

kaboeline.com - Rencana yang sudah beberapa Minggu cuma ada di angan – angan akhirnya terwujud juga. Hari libur  Minggu kali ini siap untuk mengexplore apa saja yang ada di kecamatan paling dekat dengan pusat kabupaten Trenggalek, orang – orang mengenalnya Bendungan. Apalagi cuaca cerah sangat mendukung untuk seharian mencari – cari apa saja keunikan di sana.

Banyak yang sudah mengenal Bendungan dengan makanan khasnya yaitu nasi gegok atau daerahnya merupakan penghasil susu sapi perah. Tapi tak salah jika meluangkan waktu libur ke tempat ini karena Bendungan sekarang mulai berbenah.


Setelah mencari menu sarapan di warung nasi pecel gunung jaas pagi itu, kami bertiga, saya, isteri dan anak langsung meluncur melalui jalur barat yaitu desa Ngares. Ternyata lebih asik naik sepeda motor, hehehe..maklum lah bro kalau mobil belum punya alias masih di showroom. Pemandangan yang indah nan hijau pepohonan pinus menjadi obat rasa capek yang mulai terasa ketika baru sampai di desa Surenlor. Harus tetap semangat, karena sudah tujuh tahun lebih tak pernah tahu kabar wajah Bendungan terkini.

Tujuan pertama adalah Agrowisata Dillem Wilis. Memasuki tempat wisata baru Trenggalek ini, anda akan disambut bangunan gerbang besar dengan desain unik khas Belanda. Di bagian agrowisata ini anda bisa mengunjungi bekas gudang pabrik kopi pada masa kolonial Belanda. Walau sudah berlalu 16 tahun, tapi masih jelas teringan kenangan mengikuti kegiatan diklat pecinta alam jaman SMA.

Saat pak Emil mulai menjabat sebagai Bupati,  tempat ini disulap menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Udara yang sejuk dan gemericik air dari sungai yang masih alami, bisa menghilangkan kepenatan akibat rutinitas sehari – hari pekerjaan anda. Coba saja untuk menikmati indahnya air terjun coban rambat. Dan untuk menambah keindahan tempat ini, bapak Camat setempat beserta masyarakat mulai bergerak untuk bergotong royong membangun taman baru. Namun sayang akses jalan untuk kesana tidak terlalu lebar dan masih dijumpai kerusakan di beberapa titik.

Setelah puas berfoto, perjalanan kami lanjutkan ke hutan pinus. Oksigen yang melimpah membuat anda sedikit lupa dengan udara kota yang tercemar polusi. Anda bisa berlama – lama disini untuk istirahat sejenak atau tentunya berburu gambar.

Tak terasa waktu sudah tengah hari, untuk mencari sensasi berbeda kami mencoba untuk melalui jalur alternatif yaitu melalui desa Depok  - Dawuhan – Trenggalek. Dan lagi – lagi banyak ditemui jalan yang rusak.

Walaupun sempat salah jalur, akhirnya kami menemukan titip pertemuan antara jalus ke Bendungan, Trenggalek dan menuju kalau terus ke Timur menuju Tulungagung. Masyarakat menamainya Tumpak Ndolo. Berada di dekat permukiman relokasi korban longsor, di tempat ini anda bisa melihat pemandangan yang super keren kabupaten Trenggalek dari ketinggian. Gunung Linggo yang ada di Suruh, Gunung sepikul di Watulimo dan tentunya wilayah kota dengan jelas terlihat dari puncak Ndolo ini. Tak berhenti sampai disitu explore Bendungan kali ini, untuk pulang melalui jalur timur butuh perjuangan berat melewati medan jalan berkelok – kelok dengan turunan tajam. Jalan yang sudah mulai rusak, memaksa anda harus ekstra hati – hati dan tetap konsentrasi. Kalau nggak berlebihan bisa disebut dengan kelok sewu. Hahahaha..


Perjalanan seharian yang cukup melelahkan ini tak bisa membuat kapok untuk kembali lagi. Coban rambat akan selalu kami tunggu dengan wajah barunya. Bendungan sangat cantik untuk dinikmati, mulai dari keindahan alam, kuliner, sampai keramahan warganya.







1 comment: