Saturday, October 21, 2017

Andy Laksono, Kisah Sukses Anak Desa

kaboeline.com - Saya mengenal Andy Laksono karena kita sekolah di SD yang sama, di Sekolah Dasar Negeri 2 Sumberingin, sekolah yang sangat amat saya cintai, karena banyak memberikan kenangan manis di sana. 

Mas Andy ini adalah adik kelas, empat tingkat di bawah saya. Dari dulu orangnya punya postur tubuh besar dan memiliki kepribadian sangat pendiam. Selebihnya kita sering berkumpul, bermain bersama saat belajar mengaji di TPQ dekat rumah atau menonton rame – rame acara anak – anak di TV milik tetangga. Power Ranger, Ksatria Baja Hitam adalah deretan serial film kesukaan kami. Maklum lah kami ini anak ndeso...

Ketika lulus SMA, semakin jarang saya mengetahui aktifitas mas Andy sehari – hari. Pada suatu hari ada teman geng saya cerita banyak tentang mas Andy ini, perihal kesuksesannya meniti karir di Jakarta. Alhamdulillah, beberapa tahun yang lalu pertemanan saya melalui media sosial facebook juga diterima. Saking tertariknya dengan kisah mas Andy ini, kemudian muncul ide untuk menulisnya di blog saya. Siapa tahu bisa menjadi sumber inspirasi bagi yang membaca. Bak gayung bersambut, senang sekali rasanyasaya mendapat ijin dari si mas brow yang pernah belajar di SMK 1 Trenggalek ini untuk mengulik – ulik kisahnya.

Untuk saat ini, mas Andy tengah menekuni profesi yang sangat menjajikan di ibukota, bidang fashion stylish. Yang membanggakan lagi, artis sekelas Soimah, Dewi Persik, Lilin Herlina, Via Vallen dan beberapa artis papan atas lainnya sudah mempercayakan penampilan mereka kepada tangan dingin mas Andy. Prestasi yang luar biasa jika dilihat dari kacamata saya, karena untuk mencapai titik itu semua, bukan perkara yang gampang. Yang pasti bukan hanya karena faktor keberuntungan saja, tetapi juga karya yang dihasilkan.

Awal cerita, setelah lulus dari salah satu sekolah kejuruan negeri di Trenggalek, mas Andy mendapat pekerjaan sebagai karyawan salah satu bank swasta di Tulungagung. Dan tepatnya di awal tahun 2011 adalah titik awal perjuangan, dengan tekat bulat untuk merubah nasib dia memulai petualangannya.

Berbekal uang saku seratus lima puluh ribu rupiah pinjaman dari tetangga, pria yang juga mulai menekuni bidang tarik suara ini, berangkat ke Jakarta menuju rumah salah satu kenalannya. Sama sekali belum terlintas dibenaknya, bagaimana keras kehidupan di Jakarta. Dan benar saja, sapai beberapa bulan tinggal disana belum juga mendapatkan pekerjaan, padahal sudah beberapa kali mengajukan lamaran ke berbagai perusahaan. Pengalaman tak mengenakkan pernah dirasakan yaitu ketika pernah terkena tipu perusahaan bodong. Sudah membayar beberapa uang, tetapi tak mendapatkan ganti pekerjaan.

Tak merasa putus asa, apalagi malu jika harus pulang kampung dengan tangan hampa, mas Andy mencoba untuk terus tetap bertahan di ibukota. Kehendak Tuhan,  Alloh SWT akhirnya berkata lain, mas Andy di ketemukan dengan seseorang yang kemudian menjadi sahabat baik bahkan dianggapnya menjadi saudara sendiri. Berkat bantuannya mas Andy mulai kenal dengan pekerjaan baru, yang menurut intuisi  adalah passionnya.

"Saya rasa ini bakat alami saja mas, mengalir gitu aja..", tegas dia saat menceritakan sederet kisahnya memulai karir.

Tidak memiliki pengalaman kerja di bidang fashion ataupun pendidikan formal, saya menghilangkan rasa malu untuk terus belajar walaupun saya anak desa yang tak tahu apa - apa dan memulainya dari titik nol. Berteman dengan orang - orang yang positif memberikan banyak pengalaman untuk terus mengembangkan kreatifitas. Tak tanggung - tanggung banyak stasiun televisi swasta nasional sudah pernah menjalin kerjasama dengan mas Andy di beberapa acara. Untuk memuluskan karirnya, mas Andy juga mulai menekuni dunia menyanyi dan belajar menjalankan  management artis.

“Saya memulai karir dengan perjuangan sendiri, jadi saya yakin semuanya berkat do’a orang tua mas, terutama ibu”, terangnya.

Bisa dikatakan tak ada waktu untuk bersantai – santai bagi mas Andy. Schedule yang padat membuatnya harus disiplin menjaga kesehatan karena harus sering pulang pergi untuk tour luar kota. Walau sudah mendapatkan kesuksesan, tak lantas membuat pria lajang penyuka nasi goreng ini jemawa. Jika ada waktu luang, pasti kesempatan tersebut digunakan sebaik - baiknya untuk pulang kampung menemui kedua orang tuanya di dusun Sugihan, Sumberingin sekitar dua kilometer dari pusat kabupaten. Beruntung sekarang ini, sering ada event di Trenggalek yang melibatkannya.

"Yang saya kangenin dengan Trenggalek, pasti terutama orang tua, teman - teman,dan sahabat yang ada di kampung. Saya juga selalu merindukan suasana pasar Pon mas, karena sedikit banyak ada kenangan bantu - bantu ibu berdagang disana" jawabnya sambil tertawa.

Dengan apa yang sudah dicapai, mas Andy merasa masih belum merasa puas walaupun disisi lain tetap bersyukur dengan pekerjaan yang sudah mendatangkan banyak cerita bahagia. Masih harus banyak belajar lagi, tidak sombong dan satu pelajaran yang saya dapat dari mas Andy bahwa kerja keras tanpa melupakan do'a orang tua adalah kuncinya. Terima kasih mas Andy, maaf yang tak terhingga karena saya sering menggangu wwktu istirahat ditengah kesibukan sampean yang luar biasa. Semoga bisa ketemu langsung untuk berbagi crita yang lebih seru.Amin





2 comments: