Tuesday, July 4, 2017

Lebaran Ala Ndeso

Lebaran yang dirindukan telah seminggu berlalu.
Tapi cerita tentang kebersamaan dan keindahan silaturrahim 
tak akan begitu saja terlupakan... 
Cokelat dan kembang gula memang manis
Tetapi bermaaf-maafan dan berkumpul bersama  keluarga terasa lebih manis
Dan sekarang hanya do'a yang s'lalu diucapkan 
Umur panjang yang akan mempertemukan kami kembali 
di waktu mendatang yang lebih indah...
Minal Aidin wal Faizin..Mohon maaf lahir dan batin.....

Hampir selama sepekan penuh kami disibukkan dengan moment lebaran, apalagi kalau nggak ikut-ikutan mudik. Walau tak sampai keluar kota, tapi asik juga merasakan suasana lebaran kali ini bisa bertemu dengan saudara-saudara yang sengaja pulang kampung. Dan yang paling ditunggu pastinya makanan khas ndeso sayur lompong, sayur menir, nasi thiwul sayur ikan laut jadi menu andalan setiap makan. Apalagi cuaca dingin saat itu mendukung sekali untuk selalu menambah porsinya.

Petualangan mudik akhirnya berlanjut alias bergeser ke kawasan Panggul. Lima puluh kilometer lebih dari pusat kota harus kita tempuh selama kurang lebih dua jam dengan naik motor.






0 comments:

Post a Comment