Menunggu Aksi Generasi Milenial

Mewabahnya virus covid-19 membawa perubahan terhadap sistem sosial di masyarakat.

Pelajar Pancasila vs Pelajar Tik Tok

Potret Krisis Kreatifitas Akibat Pandemi.

Nggalek,

Gudang Durian Brow..!!

Candi Brongkah

Candi ini dinamakan Candi "BRONGKAH" karena ditemukan di dusun Brongkah.

Ziarah Kubur

Tradisi Pengingat Mati

Sunday, September 13, 2015

Pekerjaan, Antara Materi dan Hati Nurani

kaboeline.com - Tidak semua orang bisa menikmati sebuah ritme pekerjaan yang sesuai dengan hati atau yang sering disebut passion. Mulai dari materi, suasana kerja, dan hasil dari apa yang kita kerjaan selalu menjadi pertimbangan bagi mereka yang menginginkan sebuah posisi. Setinggi apapun keberadaannya akan diraih bahkan dengan cara apa saja, halal bisa...haram pun akan menjadi layak.

Akan tetapi rasa kepuasan dalam melakukan sebuah pekerjaan tidak akan dapat dibayar berapapun dengan uang, itu menurut saya. Bahkan karena menganut cara berpikir ini, banyak orang yang akan mencela saya akan menjadi kere selama-lamanya atau saya ini goblok luar biasa.

Saya pernah ditawari sebuah pekerjaan oleh teman saya, yang katanya jika kedepan prospeknya bagus. Apalagi kalau punya keahlian, akan bisa cepet naik pangkat. Seketika itu saya mengiyakan karena saya memberi jawaban saat kondisi keuangan keluarga sedang minus. Semangat untuk mencari keberuntungan ke luar kota muncul dari dalam jiwa saya dan hampir menghanguskan apa yang sebenarnya suara hati nurani saya. Akan tetapi tidak semua orang tahu bagaimana pada malam itu kepala saya pusing seperti mau pecah. Keinginan dalam logika memang mendorong saya untuk berangkat ke luar kota malam itu. Akan tetapi hati nurani memanggil-manggil dengan kuat untuk mempertahankan pekerjaan yang sudah saya jalani sekarang. Memberi pesan bahwa masih banyak orang-orang yang membutuhkan tenaga dan apa yang saya bisa. Dan akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya memutuskan untuk tetap berkarya di kota ini. Walaupun keputusan ini akan memberikan banyak dampak pada kehidupan saya, tetapi Bismillahirrohmannirrohim.....saya siap menerima segala resikonya. Saya memilih tetap menjadi buruh pendidikan di madrasah swasta ini....

Secara materi memang tak bisa diandalkan dari bayaran mengajar di madrasah ini, tetapi kepuasan dari pekerjaan ini menjadi pelipur lara dan obat untuk hati yang dulu masih dalam kesombongan, tidak mensyukuri nikmat dan sebagainya.

Banyak pelajaran-pelajaran tentang hidup dari orang-orang yang pernah memberikan inspirasi dan wejangannya kepada saya. Dalam setiap ceritanya, mereka selalu mengajarkan bahwa bekerjalah tuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya. Kerja untuk keluarga, anak isteri dan kerja untuk kemapanan. Akan tetapi carilah pekerjaan yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Bisa berbagi kebaikan untuk orang belum beruntung dan memberikan ilmu pengetahuan kepada mereka yang dalam kekurangan.