Sunday, March 7, 2010

Keadilan Itu Perlu


Dahulu pasar treadisional menjadi tempat yang ideal masyarakat untuk mencari barang - barang kebutuhan sehari - hari. Pasar menjadi pusat perekonomian masyarakat yang memang sebagian besar adalah kelas bawah. Tetapi kondisi tersebut sekarang sudah bergeser seiring dengan perkembangan pola hidup. Masyarakat cenderung memilih tempat yang sekali datang, mereka sudah mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Sebagai contoh misalnya masyarakat Trenggalek yang tinggal di sekitar wilayah perkotaan, mereka lebih memilih toko swalayan, mini market yang sudah menjual berbagai macam kebutuhan. Dengan menawarkan berbagai diskon, sekaligus pelayanan dan tempat belanja yang nyaman mampu membius para pembeli untuk menjatuhkan pilihannya. Munculnya tempat tempat perbelanjaan ini kelihatannya justru mengajari masyarakat hidup dengan gaya konsumtif. Lalu bagaimana dengan nasib pasar tradisional yang ada sekarang? Hal inilah yang selalu menjadi keluhan para penjual di pasar karena pendapatannya menurun, dan seharusnya menjadi PR bagi pemerintah agar persaingan ini bukan monopoli yang sangat merugikan masyarakat kecil. Masyarakat juga mulai gengsi jika mereka tidak belanja ke swalayan atau supermarket. Memang jaman semakin modern yang semakin membutuhkan keefektifan dan keefisienan, tetapi seharusnya peratuan dari pemerintah bisa menjaga keseimbangan yang tidak merugikan satu pihak.

Beberapa hari yang lalu mahasiswa yang tergabung dalam PMII juga menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Trenggalek dengan membawa salah satu visi yaitu berjuang untuk melindungi rakyat kecil. Pemerintah dimohon untuk memperhatikan pasar tradisional yang terancam keberadaannya karena muncul pusat perbelanjaan modern. Semoga pemerintah benar - benar mendengar aspirasi tersebut dan segera menindaklanjuti untuk melindungi masyarakat.





1 comment:

  1. Demo kok mek wong limo (5). Demo po ludruk?

    ReplyDelete