Sunday, July 19, 2009

Terus Kayuh Sepeda Itu Sekuat Mungkin

Hidup ini adalah permainan peluang..,,tak ada yang tahu akan jadi apa saya sekarang, esok atau nanti. Hanya usaha yang bisa saya lakukan seperti semangatku mengayuh sepeda ini untuk mencari nafkah. Walaupun berat karena harus menempuh jarak berkilo - kilo, tapi inilah pilihan hidup. Sudah ada perjanjian saya dengan Allah SWT yaitu berupa takdir ini, sesaat sebelum ruh itu ditiupkan ke dalam jiwaku. Saya tak akan menyesali apalagi menyalahkan Allah karena keadaan ini. "SABAR"..., yang saya realisasikan dalam bentuk USAHA dan selalu menikmati setiap jengkal langkah - langkah ini. Panas matahari adalah penyemangat dan munculnya keringat ini adalah gambaran kebahagianku mengartikan sisa - sisa hidup tanpa harus mendongakkan kepala ke atas, karena apapun yang terjadi manusia tidak ada puasnya. Saya memang wanita, yang harus bisa tegar menjalani titian hidup ini yang terkadang rasa putus asa sejenak menghampiri. Tetapi semua perlahan - perlahan hilang dengan KEMANTAPAN HATI dan SEMANGAT untuk terus berjalan serta upaya untuk menghilangkan kesusahan - kesusahan.., dengan ke - IKHLASAN hati kiranya bisa saja hidup ini akan lebih indah.....

2 comments:

  1. Mas Kaboel, foto nenengan jan mathuk, seperti mbok saya dulu.

    ReplyDelete
  2. nDan, tulisan panjenengan bab Pendidikan kemarin sangat berkualital. Kritis penuh cita-cita. Mudah-mudahan, dunia pendidikan kita makin mengarah pada hakekatnya. Yakni membangun manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa. Orang yang beriman dan bertaqwa akan dengan sendirinya memiliki IES-Q yang berkualitas.

    ReplyDelete