Menunggu Aksi Generasi Milenial

Mewabahnya virus covid-19 membawa perubahan terhadap sistem sosial di masyarakat.

Pelajar Pancasila vs Pelajar Tik Tok

Potret Krisis Kreatifitas Akibat Pandemi.

Nggalek,

Gudang Durian Brow..!!

Candi Brongkah

Candi ini dinamakan Candi "BRONGKAH" karena ditemukan di dusun Brongkah.

Ziarah Kubur

Tradisi Pengingat Mati

Friday, July 16, 2021

KELAS 4 TEMATIK Keberagaman Budaya Bangsaku

                                                          TEMATIK KELAS 4

KAMIS, 16 JULI 2021 

TEMA : Indahnya Kebersamaan (Tema 1)

SUB TEMA : Keberagaman Budaya Bangsaku (Sub Tema 1)


 

 Amatilah gambar d     Amatilah gambar di atas!

Bali merupakan daerah wisata yang sangat terkenal samapai ke seluruh dunia. Bahkan dikenal sebagai pulau Dewata atau negerinya para dewa.  Indonesia memang di kenal sebagai negara yang kaya akan budaya, suku, agama maupun ras. Tugas kalian adalah cari tahu apa saja yang ada di daerah Bali yang orang – orang didunia menyebutnya pulau Dewata.

          

1.      1. Sebutkan jenis pakaian adat yang ada di Bali?

2.      2. Apa nama rumah adat di Bali?

3.      3. Sebutkan 5 makanan khas Bali?

Kerjakan di buku tulis/ catatan, tidak perlu di foto..Nanti tugas akan dikumpulkan ke sekolah setiap akhir pekan. Terimakasih


Wednesday, July 7, 2021

Wajah Baru Pasar PON

kaboeline.com - Dalam dongengnya sebelum saya tidur, nenek pernah bercerita kalau puluhan tahun lalu suara berisik orang jual beli di tempat ini bisa terdengar sampai beberapa kilometer. Pasar Pon selalu 

Tuesday, June 15, 2021

Selamat Jalan!

kaboeline.com - Ketika dokter memvonis harus Hemodialisis (HD) awal puasa lalu, kami harus siap dengan segala resiko paling buruk yang bisa saja terjadi kepada mamak.  Tinggal berdo'a kepada-Nya, berpasrah diri  sepenuhnya karena menjalani kebiasaan baru ini tak mudah baik tenaga maupun pikiran. Selasa siang, 8 Juni 2021 tak ada fiarasat atau pertanda apapun. Saya yakin keluhan sesak nafas segera membaik jika sudah mendapat pertolongan di IGD rumah sakit. Saya pulang cepat dari tempat kerja supaya bisa segera mengantar ke rumah sakit walau jadwal HD sebenarnya masih di hari Sabtu pekan itu juga. Benar saja, sekitar dua jam setelah mendapat perawatan rasa sesak itu mulai berkurang. Pun dengan tekanan darah sudah mulai menuju angka normal. Mamak kelihatan sangat lahap makan ayam bakar kesukaannya, sore hari menjelang akan masuk kamar rawat inap. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir ini sebenarnya mamak lebih semangat lagi menjalani hemodialisis

Tapi takdir Alloh SWT berkata lain, pukul 22.45 , hanya dalam hitungan menit setelah saya membenarkan selang oksigen dan mamak masih dengan tangannya sendiri mengatur letak masker. Innalillahi wainna illaihi roji'un..mamak menghembuskan nafas terakhir. Hanya bisa berdiri terpaku tak percaya, karena beberapa menit lalu keadaan beliau masih biasa - biasa saja. Kepulangan dari rumah sakit kali ini menjadi momen terberat, dimana harus bisa menguatkan hati, menahan sedih dan tangis. Demi menunjukkan kepada isteri, anak, keluarga serta saudara, kalau aku adalah anak laki - laki kuat. Harus ikhlas karena mamak berpulang pada hari dan bulan baik, akhir bulan Syawal. 

Kehilangan seseorang yang dihormati dan disayangi memang berat, apalagi perjalanan di hari – hari berikutnya. Saya termasuk anak yang sangat dekat dengan orang tua terutama mamak. Salah satu wanita hebat sebagai single parent, harus berjuang mencari nafkah demi keluarganya. Selagi masih ada waktu, jagalah beliau si pejuang hebat yang mengajak kita untuk melihat betapa indahnya dunia, dialah IBUmu. Selamat jalan mamak…saya akan selalu ingat setiap peristiwa  indah selama tiga puluh lima tahun usiaku saat ini :

1.   Di usia baru lima tahun saya ingat pernah menggigit lenganmu sampai terluka dari posyandu sampai rumah hanya karena takut jarum suntik imunisasi. Padahal pada waktu itu hanya ditimbang berat badan dan diberi vitamin tetes.

2.  Saya pernah menangis sejadi – jadinya tak mau bersekolah hanya karena beliau terlambat mengantar, padahal waktu itu baru tiga menit bel masuk. Alhasil dinding bambu rumah sederhana kita waktu itu jadi sasaran lemparan batu dan saya menangis seharian.

3.  Di tengah guyuran hujan deras, beliau pulang dari tempatnya bekerja pada seorang bidan terkenal di kota. Spesial karena sore itu beliau membawa sate, makanan mewah dan langka pada saat itu. Karena belum tentu bisa membelinya sebulan sekali.

4.  Saya paling tidak berani untuk pergi ke tukang cukur, karena malu memiliki banyak kutu rambut. Jadi saya cukur rambut ketika mamak pulang dari Surabaya atau paling mepet ke tetangga sebelah.

5.   Hari Raya Idul Fitri adalah moment paling saya tunggu waktu itu, karena beliau pasti membawa banyak oleh – oleh kue dan baju baru dari tempatnya bekerja.

6.   Saya akan selalu setia menunggu kedatangan becak yang mengantarmu pulang mudik sampai depan rumah kita di akhir bulan Romadhon.

7.     Tak banyak yang tau kalau saya pernah menangis sejadi – jadinya ketika mengantarkan kepergianmu untuk kembali bekerja. Padahal rasa kangen seorang anak kecil itu masih belum terobatibayar karena baru satu malam tidur pulas dipelukanmu.

8.  Beliau selalu berpesan banyak setiap mengantar tidurku, mengatakan akan menuruti apapun yang aku mau kalau itu untuk keperluan sekolah. Sejak saat itupun aku berjanji dalam hati, harus menjadi juara kelas setiap tahun agar engkau bangga padaku.

9.  Beliau tidak pernah berkata “TIDAK” jika aku meminta sesuatu jika itu membuat anaknya senang dan bahagia, termasuk raket dan sepatu sepakbola.

10. Dengan tenaga dan pikiran sendiri, beliau membangun rumah tembok sederhana untuk keluarga kami agar bisa menjalani hidup lebih layak.

11. Beliau selalu menyempatkan diri untuk pulang mudik setiap liburan akhir semester akan selesai, tentu dengan oleh – oleh beberapa pak buku baru dan saat itu yang terkenal adalah merk SIDU (Sinar Dunia).

12. Kaset Dewa 19 album Bintang Lima dan tape compo Polytron beliau bawakan dari Surabaya sebagai hadiah “terkeren” karena aku bisa masuk SMP favorit di kota ini.

13. Saya pernah belajar menulis surat saat masih SMP daan mengirimkannya kepada beliau di Surabaya, dan betapa senangnya ketika balasan suratmu terpampang di kantor TU sekolah.

14.Saya sangat senang walau hanya mendengar suaramu dari telepon WARTEL mengabarkan kalau engkau sedang baik – baik saja.

15.  Aku tidak mengeluh dan malu walau beliau hanya membelikan sepeda bekas sebagai sarana transportasi ke sekolah SMP.

16.  Beliau pernah menangis haru ketika aku berani untuk khitan, walau baru dilakukan kelas satu SMP. Beruntung ada tetangga baik yang mau megantarkanku ke pak mantri khitan ke desa sebelah.

17. Aku selalu berusaha untuk tidak membebani pikiran beliau, untuk itu saya selalu berusaha menghemat pengeluaran, atau mencari bantuan siswa miskin dari sekolah.

18. Minggu, tanggal 10 Mei 2000, sehabis pulang dari extrakurikuler SKI beliau memintaku untuk bersalaman, memaafkan, melupakan kesalahan orang yang selama ini sudah kubuang jauh – jauh keberadaan dan perannya.

19. Beliau yang mengajariku untuk berani naik kendaraan umum bus Trenggalek – Surabaya. Walau untuk pertama kali aku harus merasakan mabuk berat.

20.  Beliau selalu membelaku apapun keadaannya, jika saya berseteru dan beradu argumen dengan “dia”.

21. Tahun 2005 – 2009 merupakan tahun terberat terutama bagi kita dan harus saya simpan rapat - rapat kisah itu.

22. Beruntung saya masih bisa sungkem kepada beliau sebelum berangkat, dan itu menjadi awal baik bagi nasib saya kedepan. Terimakasih karena do’a - do’amu apa yang kita harapkan benar – benar diwujudkan oleh – Nya.

23. Walau saya belum sepenuhnya bisa mewujudkan semua keinginan dan bahagiamu, setidaknya aku bersyukur bisa menemani di saat – saat terakhirmu. #8Juni 2021

24. Aku bisa hafal tanggal lahir beliau baru – baru ini saja, dan tepat ini adalah bulan ulang tahunmu.

Selamat jalan mamak…semoga bahagia di alam sana, diterima amal ibadahmu, dan saya yakin Alloh SWT akan menempatkanmu di tempat paling indah..SURGA bagi wanita hebat sepertimu. Amin

Saturday, May 8, 2021

Adu Cerdik Para Pemudik

kaboeline - Beberapa postingan media sosial teman - teman saya begitu lantang menyuarakan adanya rasa ketidakadilan diberlakukannya peraturan larangan mudik. Tidak boleh mudik, dilarang menyelenggarakan sholat Ied tetapi mall, pasar, pusat perbelanjaan justru ramai dengan pengunjung mencari kebutuhan lebaran. Anehnya lagi tempat wisata malah gencar melakukan promosi walau ditengah pandemi. Bisa dirasakan bagaimana kesedihan para perantau di negeri orang jika tidak bisa  mudik  untuk kedua kalinya. Saya sendiri sejak ada pandemi belum pernah sowan ke rumah kakek di kota sebelah. Rindu..?? Iya….tapi saya lebih memilih menahan diri demi kebaikan bersama, beruntung mereka juga sangat memaklumi.

Mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 jelas sekali pemerintah telah mengeluarkan aturan larangan mudik pada perayaan Idul Fitri tahun ini.  Pro dan kontra pun terjadi di tengah masyarakat seiring dengan beberapa kebijakan yang dirasa sering berubah - ubah. Pandemi covid - 19 seakan tak menjadi halangan berarti bagi mereka yang sudah merindu dengan kampung halaman. Maka tak heran jika pemudik siap beradu cerdik dengan para petugas cek point penyekatan di banyak titik. Walaupun masyarakat yang ketahuan mudik akan mendapatkan sangsi  tegas untuk langsung memutar balik kendaraannya. Bahkan sangsi kurungan maupun denda siap mengancam para pemudik yang nekat. Jika ada keperluan mendesak ketika mau melakukan perjalanan ke luar kota ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Peraturan ini dianggap merugikan beberapa pihak, contohnya sopir angkutan umum. Kalau pada moment mudik biasanya meraup untung besar, tetapi larangan mudik akibat pandemi ini jelas akan  mengurangi pendapatan. 

Meski dilakukan penyekatakan di banyak titik, pun masih ada beberapa pemudik nekad yang bisa lolos. Mulai dengan cara mencari jalan tikus yang aman, mengelabuhi petugas dengan surat perjalanan dinas atau kerja. Bahkan yang lebih ekstrem pemudik menuju Karawang Jawa Barat melakukan blokade jalan arah Bekasi dengan membunyikan klakson bersahutan (kutipan berita dari detik.com) akibat mendapat larangan petugas.

Meluasnya berita hoax di medsos menjadi corong jutaan suara masyarakat yang biasa menyambut suka cita momentum mudik. Tujuannya jelas untuk memperpanas suasana agar masyarakat tak lagi percaya pada kebijakan pemerintah menangani pendemi. Kritik tanpa solusi, bahkan tulisan – tulisan opini provokatif mereka para buzzer oposisi lebih cenderung mengarah kepada hujatan atau murni rasa kebencian yang kadang tak masuk akal.

Saya rasa mengurusi pandemi di negeri tercinta ini memang tidak mudah, karena negara kita ini sangat besar dengan penduduk lebih dari 250 juta. Kebijakan apapun dari pemerintah akan selalu “dirasa” gagal jika tidak diterapkan dengan baik oleh masyarakatnya. Walaupun memang terkadang opsi pemerintah mengambil keputusan belum tentu berhasil maksimal. Oknum tertentu yang pandai nmemanfaatkan situasi seperti mengkorupsi dana bantuan sosial, daur ulang alat test covid bekas sangat mencoreng keseriusan pemerintah mengatasi masalah ini. Bahkan narasi video promosi produk UMKM presiden Jokowi bisa “dipelesetkan” menjadi berita hot nan viral.

Berkumpul dengan keluarga besar pada hari raya Idul Fitri di kampung halaman memang telah menjadi tradisi sangat berarti bagi siapapun. Akan tetapi resiko tertular virus covid – 19 juga sangat besar. Kepatuhan pada protokol kesehatan masih dianggap tidak begitu penting sehingga banyak masyarakat cenderung abai. Menggunakan masker katanya membuat sesak nafas, menjaga jarak dirasa mengurangi keakraban, dan kebiasaan mencuci tangan masih dianggap aktifitas memberatkan. Lalu sampai kapan pandemi ini bisa berakhir jika kita saling menyalahkan?. Sudahkan berkaca pada diri sendiri?. Mendisiplinkan kegiatan keseharian dengan 3M sesuai anjuran pemerintah. Ikut melawan konten hoax supaya situasi tetap terkendali. Jika sayang keluarga JANGAN MUDIK, yang sudah terlanjur MUDIK ayolah kita sama – sama menjaga. Jangan sampai malah berubah menjadi petaka. Selamat hari Raya Idul fitri 1442 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Keterangan : Foto 1 - Berlebaran ke rumah kakeh dua tahun lalu

                     Foto 2 - reuni keluarga besar di Dongko dua tahun lalu


Tuesday, April 20, 2021

6 Hal Membuatmu Rindu Bulan Ramadan

kaboeline.com - Kedatangan bulan Ramadan menjadi momen spesial bagi seluruh umat muslim di dunia. Dua belas bulan dalam setahun, setidaknya ada satu bulan suci yang jika kita perbanyak ibadah dipastikan mendapat banyak keberkahan di dalamnya. Maka tidak heran jika di Indonesia sendiri hadir bermacam tradisi menghiasi semaraknya Ramadan. Walau sedang dalam pandemi Covid - 19, antusiasme warga di kampung saya, kabupaten Trenggalek tetap luar biasa. Ada beberapa hal kecil yang selalu membuat saya rindu dengan bulan ini. Kalau anda bagaimana?

1. Tarkhim Legendaris ala Shaykh Mahmoud Khalil Al Hussary

Siapa yang tak bergetar hatinya mendengar lantunan pujian sholawat tarkhim menjelang adzan Subuh di musholla atau masjid pedesaan. Sholawat legendaris ini selalu identik dengan suasana sahur Ramadan kalian. Liriknya yang indah ternyata  diciptakan oleh Shaykh Mahmoud Khalil Al Hussary, ketua Jam’iyyatul Qurro’ di Kairo, Mesir. 

Ternyata di Indonesia sendiri sholawat Tarhim ini populer pertama kali pada akhir tahun 1960an, melalui siaran Radio Yasmara yang merupakan Yayasan Masjid Rahmat di Surabaya. Hingga kini walau generasi millenial tak terlalu peduli, tapi sholawat ini masih dikumandangkan di beberapa daerah. Saat mendengarkannya, dijamin tak jarang orang akan merasa tenang, hanyut, sesekali bernostalgia hingga terharu.

2. Berebut Tanda Tangan Imam salat Tarawih

Jaman masih menjadi siswa sekolah dasar (SD) guru agama selali memberikan tugas melaporkan kegiatan beribadah di bulan Ramadan, salah satunya salat Tarawih. Tak pelak, setiap selesai salat tarawih berjama'ah, puluhan anak - anak berebut merangsek ke shof paling depan  meminta tanda tangan sang imam salat. Buku laporan yang dibawa sejak dari rumah segera disodorkan. Kala itu memang si bapak imamnya senang dan bersedia sekali meladeni permintaan anak - anak.

3. "Subuh Asmara"

Penamaan waktu setelah salat Subuh berakhir ini baru saya ketahui beberapa hari lalu dari acara news di salah satu televisi swasta. Dikarenakan dibeberapa daerah sempat terjadi tawuran antar remaja yang dipicu oleh masalah sepele ketika sejumlah remaja menghabiskan waktu setelah makan  sahur. Memasuki era 2000-an kebiasaan ini seakan menjadi moment seru bagi para belia. Pagi hari sebelum matahari terbit jalan besar di desa saya sampai masuk ke daerah kota selalu terlihat ramai. Dari anak - anak hingga remaja mereka melakukan beberapa aktifitas pagi nan menyenangkan. Ada yang sekedar memutar musik melalui tape di depan rumah, olahraga ringan, menyalakan petasan atau jadi tempat berkumpulnya para jomblo - jomblo. 

Namun sayang, beberapa hari terakhir ini diwarnai beberapa keributan pemuda yang sangat mencederai kesucian bulan Ramadan. Oo. iya mungkin lebih keren kalau diisi dengan kegiatan tadarus Al - Qur'an di musholla atau di rumah. Selain dapat pahala, siapa tau kamu akan dapat uang saku lebih dari orang tua saat lebaran nanti karena mampu khatam dalam bulan ini.

4. Petasan dan Kembang Api

Siapa yang tak kenal mainan khas anak - anak pada jaman itu. Ketika bulan Ramadan, tiba penjual kembang api atau petasan mulai menjamur di beberapa tempat. Usaha musiman ini sangat menolong beberapa pedagang memperoleh keuntungan lebih. 

Tau nggak, kalau kembang api ternyata ditemukan pertama kali di negara Cina . Tujuan awal dibuat hanya untuk menakut-nakuti roh jahat, sebagai perkembangan dari penemuan lainnya yaitu bubuk mesiu. Perayaan dan festival seperti Tahun Baru Imlek atau Festival Bulan pada pertengahan musim gugur masih dilengkapi dengan berbagi atraksi kembang api. Dan negara Cina diketahui sampai sekarang sebagai produsen dan pengekspor kembang api terbesar di dunia.


5. Ngabuburit

Ada yang mengatakan asal - usul ngabuburit berasal dari bahasa Sunda dimana burit berarti sore. Aktifitas ngabuburit biasanya diisi dengan kegiatan berjalan-jalan, mencari takjil, mengaji, melakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti bagi takjil dan sebagainya. Kebiasaan ngabuburit dilakukan sambil menunggu waktu bedug Maghrib tiba. 

Sebelum pandemi covid - 29 melanda, moment ngabuburit dijadikan semacam kegiatan besar oleh beberapa event organizer selama bulan Ramadan. Seperti pagelaran musik, bazar barang murah atau kegiatan tausiyah. 

6. Bukber

Bukber alias buka bersama menjadi salah satu moment paling ditunggu saat Ramadan tiba. Biasanya rame mengundang teman- teman alumni sekolah atau dengan keluarga besar. Selain membuat hubungan keluarga semakin dekat, bukber bisa dijadikan sarana berbagi. 

Hidangan selama buka bersama pasti dipenuhi dengan menu bermacam - macam. Mulai dari makanan manis sebagai pembuka sampai makanan berat siap untuk mengisi perut kalian. Di masa pandemi covid - 19 buka bersama menjadi aktiftas yang sedikit dibatasi oleh pemerintah. Supaya tetap bisa bermakna, buka bersama bisa kok hanya dengan kelurga kecil di rumah saja.